0

Hampir Diculik (fiksi)

saat siang hari yang cerah itu, Letti, (anggap namanya Kak Sely), dan (anggap namanya Kak Marya), sedang mencari adik Kak Marya (anggap saja namanya Faniya) yaitu Faniya yang pergi bersama adiknya Kak Sely (anggap saja namanya Forista:p) kami bertiga mecari kedua anak itu yang berkeliaran di siang hari cerah terik matahari. Saat, naik sepeda tiba-tiba….

“Dik, sini deh” ucap orang misterius di masjid itu.

kami bertiga menghampiri, enggak deh, Letti cukup melihat dari jauh. Lalu orang misterius itu berkata: “Hei, mau nggak nanti jalan-jalan sore-sore biar jadi anak gaul kayak mereka bertiga” orang itu mengajari tiga anak cowok yang bersandar di masjid… mengajari merokok. Aku dari kejauhan diam saja, Kak Sely dan Kak Marya berkata “Nggak mau ah!” aku takut dan segera pulang.

saat selesai mandi, aku ingin beli makanan di warteg sama ibu.

tiba-tiba Pak De langsung bertanya, “Mana Marya sama Sely? Forista udah pulang? Ohya, Faniya mana?” aku menceritakan panjang lebar. Pak De langsung kaget, dan suruh melapor pada Ayah dan Bundanya Kak Marya dan Faniya. Ayah Kak Marya dan Faniya dan Pak De langsung kebut naik motor ke masjid, beberapa menit kemudian… Ayah Kak Marya juga Faniya, Pak De, Kak Marya, Faniya, dan Kak Sely sudah pulang.

dan berkata: “Mama, Kak Marya nggak tahu orang itu siapa. yang penting dedek udah ketemu” “Tapi kak, dedek, Sely, Letti kalau main jangan jauh-jauh ya…” lalu Mama nya Kak Marya menyuruh mereka masuk kerumah kecuali Sely, kan dia punya rumah sendiri :p. Ternyata Kak Sely kenal, namanya… (anggap namanya Bang Toyib wkwkwk) ia seorang tukang kayu.

dan katanya Forista sudah pulang, saat kejadian itu. Aku sudah menceritakannya kepada Forista dan ia sudah tak mau lagi jalan-jalan yang jauh, sejak tragedi, peristiwa, apalah itu… yang penting jangan ikuti orang asing! siapapun! mau kenal kek! mau nggak kek! nggak boleh ya….

byebye ini fiksi ya… jangan dianggap serius pesan moral: jangan ikuti orang asing

Advertisements